Trip to Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Dec 22nd, 2007 by Chandra

Sejak awal Juli kami semua sudah mempersiapkan segala macam kebutuhan untuk berangkat ke Gunung Semeru atau Gunung Mahameru (Jawa Timur). Dari mulai peta topografi, literatur pendakian, dll. Awal mulanya yg akan berangkat itu terdiri dari Saya, Aat, Nizar (bokep), Widi, Dody, Eka. Sampai H-1 akhirnya yg jadi berangkat hanya Saya, Aat, Nizar (bokep), Widi. Akhirnya tgl 22 siang kami mendatangi pool bis kramad jati di Jl. Ambon – Bandung untuk memesan tiket keberangkatan tgl 23 (esok harinya).
Esok paginya Nizar membatalkan diri dikarenakan sakit, tapi kami bertiga (Saya, Aat, Widi) keukeuh berangkat sebab kami memiliki prinsip The show must go on
. Sore itu perjalanan kami menggunakan Bis Kramad Jati dengan tujuan Malang dimulai.
Kami tiba di Terminal Bis Malang esok paginya sekitar jam 6.30 (nama terminalnya lupa
). Setelah itu di terminal tersebut kami mencari angkot dengan tujuan Tumpang. Sekedar informasi, angkot yg menuju Tumpang ini berukuran kecil (mirip mobil Hijet atau Carry) sehingga carrier harus diletakkan di atap. Di angkot beberapa penumpang menanyakan kami akan mendaki gunung apa. Padahal saat itu sedang rame-ramenya masyarakat membicarakan Gunung Merapi yg baru meletus. Kami tetap cuek (udah nyampe Malang gitu, masa harus balik ke Bandung lagi
).
Di Tumpang (semacam pasar) kami sarapan pagi sekaligus mencari transportasi ke desa Ranupane. Untuk mencari transportasi ini tidak terlalu sulit, nanya ke pedagang-pedagang yg berada di sini juga bisa. Apalagi saat itu kami membawa carrier jadi otomatis mereka sudah mengerti tujuan kami. Saya sendiri ngga ngerti apakah di sini ada calo atau tidak tetapi saat mencari transportasi tersebut saya dibantu oleh tukang parkir dan orang ini sama sekali ngga minta sesuatu malahan dia mengingatkan kami untuk berhati-hati serta mempersiapkan fotokopi KTP 2 lembar. Waktu itu kami “nebeng†truk bak terbuka. Sebenarnya bisa naik Jeep juga, tapi bayarnya mahal banget
(sekitar 250 rb/mobil). Kalo pake truk bak terbuka cuma 25 rb/orang
.

Sampai di Ranupane siang hari. Sebenernya kami bertiga bisa lebih pagian lg. Tapi karena di pertengahan perjalanan kami kena “semacam razia†(maklum waktu itu kami belum mengantongi izin pendakian
) jadi kami harus balik lagi ke Tumpang.
Perjalanan dari Ranupane – Ranu Kumbolo sekitar 4 jam dengan jarak 9 km. Medannya relatif datar sehingga kita masih bisa berjalan sambil ketawa-ketawa
.
Cuaca di Ranu Kumbolo sangat dingin. Jam 5 sore saja dinginnya minta ampun. Jangan heran kalo di pagi harinya tenda kita akan diselimuti bunga-bunga es. Selain itu di Ranu Kumbolo mudah ditemui Pohon Arbei liar yg rasanya sangat manis. Sumber air di sini melimpah ruah.
Di hari kedua saya, Aat, Widi harus membawa 6 liter air (masing-masing) karena di base camp. kita yg selanjutnya (Arcopodo) tidak ada mata air. Rute perjalanan hari kedua adalah Ranu Kumbolo – Kalimati – Arcopodo. Keluar dari Ranu Kumbolo kita langsung disuguhkan rute yg nanjak edan
(jaraknya kurang lebih sekitar 150 meter tapi setelah itu jalur pendakian relatif datar sampai Kalimati. Pemandangannya pun sangat indah (meskipun selalu menghirup debu pasir). Oh ya, kita sempat foto bareng bule
yg telah selesai mendaki Puncak Gn. Semeru. Perjalanan dari Ranu Kumbolo – Kalimati sekitar 2 jam.

Rute dari Kalimati – Arcopodo sekitar 2 jam dengan jarak 1,5 km
(sama sekali ngga ada medan “bonus†alias nanjak terus). Arcopodo ini tempatnya berupa punggungan dan tidak terlalu luas. Jika semakin banyak rombongan pendaki maka lokasi tenda kita akan semakin berdekatan dengan tenda-tenda yg lainnya. Cuaca di Arcopodo tidak sedingin di Ranu Kumbolo.
Sekitar pukul 00.00 tengah malam ponsel kami bertiga berbunyi (bukan karena ada tlp tp karena alarm-nya nyala
). Setelah membuat minuman hangat, kurang lebih pukul 00.30 kami langsung memulai pendakian untuk “menaklukan†puncak tertinggi di Pulau Jawa ini. Di Arcopodo medannya bisa dikatakan agak berbahaya karena banyak sekali bekas-bekas longsoran (saran saya bagi yg akan mendaki jgn lupa membawa masker kain serta senter kepala/headlight dgn batu baterai yg masih baru).
Baru setelah keluar dari Arcopodo kita akan merasakan betapa beratnya mendaki Gunung Semeru. Bukan hanya kedua kaki yg kita gunakan untuk berjalan, kedua tangan kita pun akan ikut “berjalanâ€. Rasanya kita tidak pernah maju-maju. Karena setiap melangkah kita akan kembali turun. Maklum yg kita daki itu adalah pasir. Ibaratnya itu 4 langkah naik lalu 2 langkah turun. Kita tidak bisa memilih rute yg enak karena semuanya sama saja yaitu berupa hamparan pasir. Namun ada suatu tanda yang bisa kita jadikan sebagai patokan yaitu Cemoro Tunggal (sebuah pohon cemara yang berada di sebelah kiri. Jadi jika kita melalui jalur yang benar maka kita akan berpapasan dengan sebuah pohon cemara). Selain Cemoro Tunggal sebenarnya ada pula beberapa bendera merah putih dengan ukuran sebesar telapak tangan orang dewasa yang ditancapkan pada sebilah bambu namun karena malam hari maka bendera-bendera ini tidak akan terlihat.
Rute dari Arcopodo – Puncak Mahameru sekitar 4 jam dengan jarak 1,5 km
. Perjalanan sama sekali ngga ada medan “bonus†alias nanjak terus dan terpaan angin terasa kencang sekali. Jadi saran saya kepada yang akan mendaki jangan lupa membawa syal atau menggunakan jaket yang menutupi seluruh bagian leher kita.

Sekitar pukul 05.15 kami bertiga tiba di puncak tertinggi Pulau Jawa ini. Takbir pun kami kumandangkan dan tak lupa pula melakukan sujud syukur dan dilanjutkan dengansolat subuh berjamaah bersama kedua teman saya. Kegiatan yang tak lupa kami lakukan adalah mendokumentasikan keberadaan kami selama berada di Puncak Gunung Semeru yaitu Puncak Mahameru
.
Setelah tiba di Puncak Mahameru, janganlah terlalu dekat dengan kawah. Karena setiap beberapa belas menit kawah ini akan mengeluarkan awan panas (wedhus gembel) yang besar dan disertai pula dengan hujan pasir, kerikil, serta bebatuan. Selain itu pendaki tidak boleh berada di puncak lebih dari jam 08.00 pagi (nasehat ini saya peroleh dari Petugas Penjaga Pos Pendakian yang berada di Ranu Pane). Hal ini dikarenakan semakin siang maka angin di puncak akan berhembus semakin kencang sehingga ketika Kawah Jonggring Saloko mengeluarkan Wedhus Gembel (awan panas) maka pasir, kerikil, serta bebatuan akan menutupi jarak pandang pendaki dan dikhawatirkan akan membuat pendaki tersesat.
Saat di Puncak Mahameru jangan terlalu dekat dengan kawah karena jika kawah mengeluarkan Wedhus Gembel (Awan Panas) dan kita dalam keadaan panik maka dikhawatirkan kita akan berlari turun ke arah yang salah sehingga akan melalui jalur yang berbeda dengan saat mendaki tadi. Tetapi Cemoro Tunggal dapat dijadikan patokan kembali. Jika pada saat naik Cemoro Tunggal berada di sebelah kiri maka pada saat turun Cemoro Tunggal berada di sebelah kanan. Selain itu bendera merah putih berukuran kecil yang ditancapkan di sepanjang jalur dapat pula dijadikan patokan.
Oh ya, perjalanan turun dari Puncak Mahameru – Arcopodo dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit.
Selamat mendaki & berhati-hatilah
.
jd pgn ngedaki gunung semeru
tp ngebacanya aja kayaknya udah susah bgt
pengeennnnn……

Keingat lagi waktu mendaki ke Gunung Merapi di Sumbar, kawahnya batuk trus pas lagi musim gempa2 lak lagi tu…..
saya mo diajak juga mendaki kesana…..

mau ga ya orangnya ngajak ???
kayanya seru jadi pengen
wah…
asyik banget tuh maz…!quw sih dah sering juga ke semeru bahkan pas liburan bolak balik bolak kesana!so…kebetulan quw pas baca blog kmuw…quw kepikiran nambah temen alias cari temen buat negedaki semeru…LAGI!
diambil timingnya pas liburan aja ya…
abiz unas SMA mungkin quw kesana ma temen2ku…gimana klo bareng2 kitanya kesana!
hubungi quw di 08884963XXX ya…
atawa di emailquw…jok lali!
budgetnya berapa kah (include biaya trasport dari malang)..
seru yah….. pendakian yang cuma modal nekat awalnya…. jadi kenangan yang berkesan…
Salam rimba.Keren bos crita n photo2 nya.Aq jg punya rencana buat ke semeru n bromo pada bulan juli.naek lewat jalur selatan(malang)turun dr semeru langsung ke bromo via lautan pasir trus ke gn.Penanjakan trus pulang lewat jalur utara ke surabaya via probolinggo.Mungkin ada yg minat jln bareng aq dari bogor ntar bisa janjian dijakarta atw malang rencananya mau naek kereta dari pasar senen jakarta.Klo ada yg minat bisa kontak hp:081804977807 atw ke email:Bagol234@yahoo.com